PT Galih Tunggal Perkasa
Khazzanah Tours

Head Office : Jl Terusan I Gusti Ngurai Rai No. 6 Pondok Kopi Duren Sawit Jak - Tim. 13460

PAKET UMROH NOVEMBER-DESEMBER 2017


umrah-november-desember-2018


PAKET UMROH PROMO 2017


umrah-februari-2017

MUTIARA HIKMAH ISTIGHFAR

MUTIARA HIKMAH
ISTIGHFAR |

Imam Ahmad bin Hambal Rahimakumullah (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hambali. Dimasa akhir hidupnya beliau bercerita; Suatu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju satu kota di Irak. padahal tidak ada janji sama orang lain tidak ada keperluan.

Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau bercerita : Begitu tiba disana waktu Isya, saya ikut shalat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat. Travel Umroh

Begitu selesai shalat dan jamaah bubar, Imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba Marbor masjid datang menemui Imam Ahmad sambil bertanya: "Kamu mau ngapain disini, syaikh?".
Kata "Syaikh" bisa dipakai untuk 3 panggilan :
1. bisa untuk orang tua
2. orang kaya ataupun
3. orang yang berilmu

Panggilan syaikh dikisah ini dipanggilan sebagai orang tua, karena marbon taunya sebagai orang tua.
Marbot tidak tau kalau beliau adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya.

Di Irak, semua orang kenal siapa Imam Ahmad, seorang ulama besar & ahli hadist, sejuta hadits dihafalnya, sangat shalih & zuhud. Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.

Imam Ahmad menjawab, "saya ingin istirahat, saya musafir."
Marbot berkata dengan nada yang melarang, "Tidak boleh, tempat ini tidak boleh tidur di masjid."

Imam Ahmad bercerita, "saya didorong-dorong oleh orang itu disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, dikuncinya pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di teras mesjid."

Lalu Marbon berkata :
"Di dalam masjid ga boleh, diteras masjid juga ga boleh." Imam Ahmad diusir, Imam Ahmad bercerita "saya didorong-dorong sampai jalanan."

Disamping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat & menjual roti). Penjual roti itu sedang membuat adonana, sambil melihat kejadian Imam Ahmad didorong-dorong oleh marbot tadi.

Ketika Imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti iut memanggil dari jauh; "Mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil."

Kata Imam Ahmad, "baik". Imam Ahmad masuk ke rumah penjual roti, duduk dibelakang penjual roti yang sedang membuat adonan roti (dengan tetap tidak memperkenalkan dirinya  siapa dirinya, hanya memperkenalkan sebagai musafir).

Penjual roti ini punya perilaku khas, kalau Imam Ahmad ngajak bicara, dijawabnya.
Kalau tidak dia terus membuat adonan roti sambil (terus-menerus) melafalkan ISTIGHFAR "Astaghfirullah"

Saat memberi garam, astaghfirullah, memecah telur astaghfirullah, mencampur gandum astaghfirullah. Dia senantiasa mengucapkan istighfar. Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad memperhatikan terus.

Lalu Imam Ahmad bertanya, "sudah berapa lama kamu lakukan ini?"

Orang itu menjawab :
"Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan."

Imam Ahmad bertanya :
"apa hasil dari perbuatanmu ini?"

Orang itu menjawab :
"Lantaran wasilah istighfar tidak ada hajat/keinginan yang saya minta, kecuali PASTI dikabulkan Allah. Semua yang saya minta Ya Allah....langsung diwujudkan."

Rasulullah bersabda :
"Siapa yang menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangkanya."

Lalu orang itu melanjutkan "semua dikabulkan Allah kecuali satu, mashi satu yang belum Allah beri."    Khazzanah Travel

Imam Ahmad penasaran atas permintaan penjual roti itu dan lantas bertanya : " Apa itu?"

Kata penjual roti itu:
"saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan Imam Ahmad."

Seketika itu juga Imam Ahmad bertakbir , "Allahu Akbar..! Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan sampai didorong-dorong oleh marbot masjid-sampai ke jalanan ternyata karena ISTIGHFARMU."

Penjual roti kaget dan terperanjat, memuji asma Allah ternyata yang didepannya adalah Imam Ahmad yagn diinginkan sejak dulu dia meminta kepada Allah.

Lalu penjual roti langsung memeluk & mencium tangan Imam Ahmad..

(SUmber : Kitab Manakib Imam Ahmad)


Khazzanah Tour liat ke sini ya




Back To Top